PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA SEKOLAH,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

Posted: December 2, 2012 in Bahasa Inggris
Tags: , , , ,

PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA SEKOLAH,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

 

  1. A.    Pengaruh Sekolah Terhadap Masyarakat

 

Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan manusia. Di dalam pengembangan nilai ini,tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Jadi apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri.

Kendatipun demikian, pendidikan tidak bisa lepas dari efek-efek luar biasa yang saling mempengaruhi keberadaannya, terutama bagi masyarakat sekitarnya, yang mempunyai hubungan saling ketergantungan.

Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta  kualitas out put pendidikan (sekolah) itu sendiri. Semakin besar out put sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia (human resource) yang berkualitas,maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat. Sebaliknya, meskipun lembaga pendidikan mampu mengeluarkan out put-nya,tetapi dengan SDM yang rendah secara kualitas, itu juga menjadi masalah, tidak  saja bagi out put yang bersangkutan, tetapi berpengaruh juga bagi masyarakat.

Dengan demikian,bila lembaga pendidikan dimaksud mampu melahirkan produk-produknya yang berkualitas, tentu saja hal ini merupakan investasi bagi penyediaan SDM. Investasi ini sangat penting untuk pengembangan,perubahan,dan kemajuan di dalam masyarakat.

Sebagaimana dikemukakan terdahulu bahwa antara sekolah dengan masyarakat terdapat hubungan erat dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Berikut ini akan dikemukakan secara garis besar tentang bebrapa pengaruh yang dapat dimainkan oeh sekolah (pendidikan) terhaap perkembangan masyarakat di lingkungannya.

 

 

 

 

 

  1. 1.      Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat kecerdasan masyarakat sedikit banyak dapat dikembangkan melalui berbagai program pendidikan di sekolah. Berkenaan dengan kenyataan ini, secara historis tentang persekolahan selalu menjadi isi dan arah dari program pendidikan sekolah-sekolah. Membaca , menulis, dan berhitung serta pengetahuan umu, merupakan pengetahuan dasar di dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, yang sudah sejak awal diberikan di bangku sekolah meskipun tentu saja memerlukan pengembangan lebih lanjut. Upaya penambahan dan pengembangan tersebut jelas hanya dapat dilakukan secara sistematis melalui program pendidikan di jalur pendidikan sekolah.

Peran yang dinamakan oleh lembaga persekolahan terutama jalur pendidikan sekolah di dalam peningkatan intelegensi atau kecerdasan anak didiknya,ssecara langsung bisa dipandang sebagai kontribusi lembaga pendidikan sekolah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa. Bagaimanapun akhirnya anak didik setelah keluar dari lembaga pendidikan akan kembali dan menjadi warga masyarakat.

Peran tersebut,pada dasarnya sangat menentukan bagi masyarakat, terutama dalam rangka menanggulangi dan memecahkan aneka ragam masalh yang dihadapi masyarakat tersebut. Tanpa kecerdasan yang memadai di kalangan masyarakat, sesuatu masalah atau tantangan kehidupan yang sesungguhnya sangat sederhana akan dihadapi sebagai sesuatu yang sulit dan rumit. Sebaliknya, sesuatu masalah atau tantangan kehidupan yang sebagaimanapun sulit dan rumitnya,sangat mungkin dirasakan sederhana oleh warga masyarakat yang berpendidikan dan memiliki tingkat kecerdasan tinggi.

 

Realitas membuktikan bahwa di dalan kehidupan masyarakat, tantangan demi tantangan selalu merambah kehidupan warganya, dan arus tantangan tersebut akan semakin deras dan berat seirama dengan perkembangan masyarakat yang semakin cepat, sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sertas terus memengaruhi dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Di sinilah terlihat urgensi yang semakin tinggi dari upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat atau bangsa agar tidaj terus menerus terseret dan terbawa arus kemajuan yang menimpanya.

 

  1. 2.      Masyarakat Bibit Pembaruan bagi Perkembangan Masyarakat

Sampai saat ini, system pendidikan yang berjalan umumya masi berperan sekedar sebagai sarana mengalihkan pengetahuan yang dianggap benar dan berlaku. Hal demikian memang banyak dikecam,menginat bahwa bukan saja karena pengetahuan yang dianggap benar tersebut akan menjadi using dengan ditemukannya pengetahuan lebih baru,tetapi lebih karena hasil pendidikan sangat diharapkan dapar dipakai sebagai modal penting melakukan dan menanggapi setiap modernisasi dan tantangan perkembangan zaman secara kreatif, mandiri dan bertanggung jawab.

Realitas semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek), sementara di satu pihak masalah-masalah atau tantangan kehidupan yang tidak ada henti-hentinya, mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran dan praktik-praktik baru yang bersifat inovaif. Maksudnha, adalah untuk perbaikan kehidupan di masyarakat,minimal dilakukan dengan memperbaiki system seperti yang dikemukakan di atas.

Memang dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sangat diperlukan adanya pengetahuan baru,tekhologi baru,dan pemikiran-pemikiran inovatif yang bersifat fungsional. Apa yang menjadi program pendidikan di persekolahan, di samoing menjamin upaya peningkatan kecerdasan,juga mengupayakan transformasi dari pengetahuan, pemikiran, dan [raktik-praktik baru, terutama yang dianggap fungsional dan relevan dengan jenis dan tingkatan dari sekolah masing-masing.

Materi atau program pendidikan yang demikian bisa disebut sebagai transformasi bibit-bibit pembangunan yang pada akhirnya akan berfungsi dan menjalar di tengah-tengah masyarakat.

 

  1. 3.      Menciptakan Warga Masyaraka yang Siap dan Terbekali bagi Kepentingan Kerja di Lingkungan Masyarakat

Bagaimana anak yang dididik di lembaga persekolahan pada akhirnya akan kembali dan menjadi warga masyarakat. Berkenaan dengan ini mereka memerlukan pekerjaan utntuk menopang kehidupannya.

Untuk terjun ke dunia kerja, seseorang dituntut kesiapan tertentu yang diperlukan oleh lapangan kerja bersangkutan. Kesiapan tersebut meliputi pengetahuan,skill,dan sika. Fungsi penyiapan bagi bagi kepentingan dunia kerja, dalam kenyataannya tidak terlepas dari perhatian lembaga pendidikan persekolahan. Hal tersebut terlihat, baik dalam program pendidikan yang diselenggarakan pada lembaga pendidikan jalur sekolah maupun di dalam isi kurikulum pada masing program pendidikan.

Dengan berfungsinya lembaga pendidikan jalur pendidikn=an sekolah di dalam memberikan bekal-bekal pengetahuan,keterampilan dan sika-sikap yang relevan bagi dunia kerja, hal tersebut secara langsung membawa efek terhadap lapangan kerja di masyarakat. Kualitas dan kuantitas system lembaga pemberi kerja di masyarakat sedikit banyak dipengaruhi pula oleh produk-produk atau out put system pendidikan persekolahan itu sendiri.

Berkenaan dengan semua itu,sangatlah wajar bila kualifiasi pendidikan seseorang juga dijadikan salah satu pertimbangan di dalam system seleksi pada lembaga-lembaga pemberi kerja di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

  1. 4.      Memunculkan Sikap-sikap Positif san Konstruktif  bagi Masyarakat,sehingga Tercipta Integrasi Sosial yang Harmonis di Tengah-tengah Masyarakat

 Sejak sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi,sikap-sikap positif dan konstruktif yang di perlukan di dalam hidup bernegara atau bermasyarakat senantiasa menjadi perhatian. Hal ini berkaitan dengan falsafah hidup dari suatu bangsa atau masyarakat, yang sudah tentu mendambakan keharmonisan dan keutuhan (integrasi) social dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baik pendidikan dasar ,menengah, maupun perguruan tinggi, tata etia di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, hak dan kewajiban selaku warga negara,kenyataannya selalu terintegrasi di dalam kurikulum pendidikan.

Begitu juga kualitas persatuan dan kesatuan bangsa, loyalitas warga negara terhadap mission bangsa dan negara, sedikit banyak diwarnai oleh pendidikan persekoahan. Khusus bagi bangsa Indonesia , nilai-nilai pancasila dan wawasan nusantara selama ini, secara essensial senantiasa dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan persekolahan.

Demikianlah beberapa pengaruh sekolah sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat. Meskipun tampaknya sekolah memiliki andil besar terhdap masyarakat, sebaliknya masyarakat juga menuntut agar sekolah mampu memerankan dirinya sejalan dengan keinginan masyarakat. Peran yang dituntut terhadap sekolahan adalah sebagai berikut.

  1. Konservatif

 

Maksudnya dalah untuk meneruskan kebudayaan yang diseleksi kepada generasi muda agar mereka mempertahankan, memelihara, dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Secara popular konservatif mengandung arti yang negative,tetapi dalam konteks ini mengonservatif berarti mengawetkan dan menyimpan sesuatu supaya tahan lama. Barang-barang material dan spiritual seperti ilmu pengetahuan dan kebudayaan dapat dikonservasi atau disimpan lama. Sekolah berperan mengawetkan ,menyimpan, memelihara unsure-unsur yang baik dalam kebudayaan bangsa.

 

Prinsip ekologi menginginkan agar antara sekolah dan masyarakat terdapat suatu interaksi. Dengan kata lain,sekolah tidak dapat terpisah dari masyarakat dan begitu pula sebaliknya masyarakat tidak bisa terpisah dengan sekolah.

 

 

  1. Evaluasi dan Inovatif

 

Disamping berperan konservatis,sekolah juga hendaknya mempunyai peranan evaluative dan inovatif,yaitu anak didik tidak hana menerima begitu saja kebudayaan generasi lama. Krena dunia sekarang memerlukan kebudayaan, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap serta adat kebiasaan yang disesuaikan dengan zaman modern,yang ditandai dengan pesatnya perkembangan iptek, hendaknya anak didik diberi kesempatan untuk menilai secara kritis. Sekolah diharapkan dapat bergerak secepat perubahan yang terjadi di masyarakat, agar sekolah tidak ketinggalan dan senantiasa menjadi kebutuhan masyarakat. Norma-norma dari zaman lampau disesuaikan dengan zamannya (modern) yang senantiasa dinamis.

            Realitas menunjukkan bahwa biasanya sulit bagi para guru untuk melepaskan diri dari cara-cara mereka diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang mereka peroleh sewaktu berstudi dulu. Itulah sebabnya, sukar sekali mengeluarkan suau mata pelajaran dari kurikulum kalau mata pelajaran itu telah diajarkan bertahun-tahun walaupun mata pelajaran terswbut tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat. Dengan kenyataan ini, sebaiknya dimulai dari guru sendirilah pembaharuan dilakukan.

 

  1. B.     Pengaruh Masyarakat terhadap Sekolah

Pada dasarnyaaa masyarakat senantiasa memiliki dinamika untuk selalu tumbuh dan berkembang disamping itu juga, setiap masyarakat memili identitas diri sendiri sesuai dengan pengalaman budaya dan perbendaharaan alamiahnya. Masyarakat sebagai satu totalitas memiliki physical environment (lingkungan alamiah,benda-benda, iklim, kekayaan material) dan social environment (manusia,kebudayaan,dan nilai-nilai agama),sumber daya alam,sumber daya manusia,dan budaya.

Sebagaimana yang di kemukakan terdahulu,keterkaitan masyarakat dengan pendidikan sangat erat dan saling memengaruhi. Suatu kenyataan bagi setiap orang bahwa masyarakat yang baik, maju, dan modern ialah masyarakat yang di dalamnya ditemukan suatu tingkat pendidikan yang baik , maju, dan modern pula, dalam wujud lembaga-lembagana maupun jumlah dan tingkat orang yang terdidik. Dengan perkataan lain, suatu masyarakat maju karena adanya pendidikan yang maju,baik dalam arti kualitatif maupun kuantitatif. Pendidikan yang modern hanya ditemukan di dalam masyarakat yang modern pula. Sebalikya, masyarakat yang kurang memperhatikan pembinaan pendidikan akan tetap terbelakang, tidak hanya dari segi intelektual,tetapi juga dari segi social cultural.

Masyarakat dengan segala atribut dan identitasnya yang memiliki dinamika  ini,secara langsung akan berpengaruh terhadap pendidikan persekolahan. Pengaruh-pengaruh teratur adalah sebagai berikut.

 

  1. 1.      Terhadap Orientasi Dan Tujuan Pendidikan

Suatu masyarakat dengan segaa dinamikanya senantiasa membawa pengaruh terhadap orientasi dan tujuan pendidikan pada lembaga persekolahan. Ini wajar dan bisa dimengerti karena sekolah meruoakan lembaga yang bisa dilahirkan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Arah program pendidikan persekolahan biasanya tercermin di dalam kurikulum,dalam kenyataannya selalu terjadi perubahan-perubahan di dalam suatu jangka tertentu. Adanya perubahan-perubahan tersebut tampakya tidak bisa dielakkan sebab bagaimanapun pertumbuhan dan perkembangan memang memunculkan orientasi-orientasi dan tujuan-tujuan yang baru. Munculnya orientasi dan tujuan-tujuan baru yang berkembang di dalam masyarakat, baik dilihat dari kacamata mikro ataupun makro,seidikit banyak pasti akan diperhatikan oleh lembaga pendidikan sekolah.

Sebagai bukti bahwa identitas suatu masyarakat berpengaruh terhadap program pendidikan di sekolah-sekolah adalah dengan berbedanya orientasi dan tujuan pendidikan pada masing-masing negara. Setiap negara mempunyai karakteristik tersendiri di dalam orientasi dan tujuan pendidikannya. Pengaruh pertubuhan dan perkembangan masyarakat juga terlihat dalam perubahan orientasi dan tujuan pendidikan dari suatu periode tertentu dengan periode berikutnya. Oleh karena itu, dalam realitasnya tidak pernah terdapat kurikulum pendidikan yang berlaku permanen, kurikulum akan selalu dinilai, disempurnakan,serta disesuaikan dengan tuntutan perkembangan masyarakat yang terjadi. Begitu juga perkembangan masyarakat sangat berpengaruh terhadap persoalan orientasi pada kualitas dan pemerataan yang selalu jadi tuntutan.

  1. 2.      Terhadap Proses Pendidikan Di Sekolah

Pengaruh masyarakat di bidang social budaya dan partisipasinya adalah sesuatu yang jelas membawa pengaruh terhadap berlangsungnya proses pendidikan di sekolah.

Dalam realitas social budaya masyarakat seperti feudal,demokratis,punya mentalitas modern atau sebaliknya,semuanya berpengaruh terhadap proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Bagaimanapun komponen-komponen manusiawi yang terdapat di sekolah merupakan miniature dari masyarakat yang lebih luas di lingkungannya berada.

Pengaruh social budaya yang di maksud biasanya tercermin di dalam proses belajar mengajar,baik yang menyangkut pola aktivitas pendidi maupun anak didik di dalam proses pendidikan, misalnya pengembangan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) sekarang,implementasinya akan banyak dipengaruhi dan diwarnai oleh nilai-nilai social budaya masyarakat Indonesia. Tentu kita menyadari bahwa nilai-nilai budaya yang mempribadi di masyarakat,terkadang bisa bersifat positif dan mendukung,tetapi bisa juga berdampak negative dan menghambat terhadap proses pendidikan. Dalam hal inilah maka mau tidak mau dalam upaya pembaharuann terhadap proses pendidikan di sekolah, pengaruh social budaya dari masyarakat lingkungannya mesti diperhitungkan.

Pada dasarnya, penyelenggaraan pendidikan di sekolah melibatkan berbagai komponen, baik yang manusiawi maupun nonmanusiawi, dan dalam hal ini adanya partisipasi masyarakat jelas berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dimaksud.

Dalam kenyataanya,berfungsina proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah tergantung pada kualitas dan kuantitas komponen manusiawi,fasilitas,dana,dan perlengkapan pendidikan. Dalam kaitan ini pengaruh tingkat partisipasi masyarakat seperti tersebut di atas tampak sangat besar. Karena itulah hubungan pengarh timbal balik antara tingkat psatisipasi masyarakat dengan kualitas proses penyelenggaraan pendidikan sekolah-sekolah, menuntut adanya jalinan hubungan yang dimaksud, realisasinya bisa di wujudkan dalam berbagai bentuk dan jalinan. Dalam hubungannya ini, sangat diperlukan persepsi yang benar dan tanggung jawab masyarakat terhadap keberadaan lembaga pendidikan.

Sementara itu, perubahan-perubahan yang terjadi  dan ada di masyarakat memengaruhi pula materi pendidikan di sekolah karena perubahan itu merupakan salah satu sumber yang ada di masyarakat. Dalam hal ini Havighurst dan Neugarten dalam bukunnya Society and Education mengemukakan bahwa sekolah haruslah dapat mengajar anak didik untuk dapat menemukan, mengembangkan, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di masyarakat. Lebih jauh mereka mengatakan : “social changes have produced changed In education made system, and the same time educators have made adaption inschools and universities to help in the control and direction of social change”.

Menurut pernyatan tersebut,perubahan-perubahan social telah menghasilkan perubahan system pendidikan dan pada saat yang sama para pendidik juga mengadakan control dan mengarahkan perubahan social.

Demikianlah bagaimana pengaruh masyarakat terhadap sekolah dan sebaliknya. Yang jelas antara keduanya merupakan komponen yang tak dapat terpisahkan satu sama lain dan menuntut adanya ola hubunga timbal balik dalam berbagai bentuk dan cara pelaksanaannya. Memang peran serta masyarakat terhadap pendidikan sangat besar dan termasuk tentunya dalam sector pembiayaan. Dalam kondisi sekarang, hal ini bisa ditawar-tawar lagi sebab hampir tidak mungkin kita dapat menyelenggarakan pendidikan yang baik dan berkualitas secara merata dan memerlukan biaya besar, tanpa dukungan dan peran serta masyarakat.

Bersamaan dengan itu, persepsi masyarakat dan aparatur sekolah mesti diubah agar tidak selalu menggantungkan diri kepada pemerintah,sebab proses intitusionalisasi pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, meskipun perwujudan peran sertanya tersebut kadangkala cukup berat tantangannya.

 

 

 

 

 

  1. C.    Pergaulan dalam Keluarga , Sekolah, dan Masyarakat

 

  1. 1.      Pegaulan dalam Keluarga

Umumnya, keluarga terdiri dari ayah, ibu,dan anak dimana masing-masing anggota keluarga tersebut saling memengaruhi,saling memmbutuhkan, semua meladeni seorang,dan meladeni semua. Anak membutuhkan pakaian,makanan,bimbingan,dan sebagainya dari orang tua dan orang tua membutuhkan hrasa kebahagiaan dengan kelahiran anak. Anak semakn besar dibutuhkan tenaga dan pikirannya untuk membantu orang tua, lebih-lebih bila oreang tua semakin tidak berdaya karena usia tua dan sering terganggu kesehatannya.

Orang tua mempunnyai peranan pertama dan utama bagi anak-anaknya selama anak belum dewasa dan mampu berdiri sendiri. Untuk membawa anak kepada kedewasaan, orang tua harus memberi teladan yang baik karena anak suka mengimitasi kepada orang yang lebih tua atau orang tuanya. Dengan teladan yang baik , anak tidak merasa dipaksa. Dalam memberikan sugesti kepada anak tidak cara otoriter, melainkan dengan system pergaulan sehingga dengan senang anak melaksanakannya. Biasanya anak paling suka identik dengan orang tuanya, seperti anak laki-laki terhadap ayahnya sementara anak perempuan dengan ibunya. Antara anak dengan orang tua ada rasa simpati dan kekaguman.

Semua factor tersebut kiranya perlu mendapat perhatian dari orang tua dalam rangka usahanya mendidik anak-anaknya tanpa menunjukkan otoriternya. Hubungan anak dengan anak dalam keluarga saling memengaruhi dan tidak lepas dari adanya factor-faktor interaksi.

Secara tidak langsung setiap anak berguru kepada saudara-saudaranya sehingga anak menjadi tahu bahwa dia merasa wajib member sebagaimana dia merasa perlu pemberian, baik materi maupun nonmateri. Antaranak dalam keluarga belajar tukar menukar pengalaman sehingga semakin banyaklah hal-hal yang diketahui tentang baik dan buruk,hak dan kewajiban,tentang saling menyayangi,dan sebagainya dengan adnya hubungan satu sama lain.

Pergaulan atara orang tua dan anak-anaknya dalam usaha mendewasakan menunjukkan bahwa pergaulan dalam keluarga mengandung gejala-gejala pendidikan.

 

 

 

 

 

 

  1. 2.      Pergaulan dalam Sekolah

Sebagai lembaga pendidikan formal,sekolah terdiri dari pendidik dan anak didik. Antara mereka sudah barang tentu terjadi adanya saling hubungan,baik antara guru sengan murid-muridnya maupun antara murid dengan murid.

Guru-guru sebagai pendidik,dengan wibawanya dalam pergaulan membawa murid sebagai anak didik kea rah kedewasaan. Manfaatkan pergaulan sehari-hari dalam pendidikan merupakan cara yang paling baik dan efektif dalam pembentukan pribadi dan dengan cara ini pula maka hilanglah jurang pemisah antara guru dan anak didik.

Hubugan murid dengan murid juga menunjukkan suasana yang edukatif. Sesama murid saling berkawan,berolahraga bersama dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,saling mengajak dan diajak,saling bercerita,saling mendisiplinkan diri agar tidak menyinggung perasaan teman sepergaulannya. Hubungan murid dengan murid ini adakalanya sederajat dan adakalanya lebih rendah atau lebih inggi kedewasaanna. Dalam hal ini bisa terjadi adanya pergaulan sehari-hari yang berpengaruh negative maupun pengaruh positif. Pergaulan yang berpengaruh positif inilah yang mengandung adanya gejala-gejala pendidikan,dan tentu saja terus dikontrol dan diarahkan.

Aktivitas di sekolah yang mengandung gejala pendidikan antara lain ialah organisasi intrapelajar,pelajaran berolahraga,kerja bakti, berbaris-baris,kepramukaan,keterampilan,dan sebagainya. Semua itu mengharuskan murid berdisiplin dan meningkatkan profesionalnya.

 

  1. 3.      Pergaulan dalam Masyarakat

Masyarakat merupakan perwujudan kehidupan bersama manusia karena di dlaam masyarakat berlangsung proses kehidupan social, proses antarhubungan dan antaraksi. Di dalam masyarakat sebagai salah satu lembaga kehidupan berlangsung pula keseluruhan proses perkembangan kehidupan.

Dalam konteks pendidikan, lingkungan masyarakat merupakan lembaga pendidikan selain keluarga dan sekolah yang akan membentuk kebiasaan, pengetahuan, minat dan sikap, kesusilaan, kemasyarakatan, dan keagamaan anak. Di masyarakatlah anak melakukan pergaulan yang berlangsung secara informal baik dari para tokoh masyarakat, pejabat atau penguasa, para pemimpin agama, dan sebagainya.

Tentang pergaulan ini,dalam ajaran Tonnis dibedakan antara pergaulan hidup dalam Gemeinschaft (persekutuan) dan Gesselschaft (perbuatan). Hubungan yang dibentuk oleh kodrat disebut Gemeinschaft, seperti hubungan antara seseorang dengan orang tua, dengan tokoh masyarakat, dengan pejabat, dengan tokoh agama, dan lain-lain. Hubungan yang di bentuk oleh ikatan organisasi disebut Gesselschaft, seperti hubungan seseorang dengan pimpinan organisasi massa, organisasi kelembagaan, organisasi politik koperasi, dan sebagainya. Pergaulan hidup dalam Gemeinschaft antara seseorang dengan tokoh agama atau tokoh masyarakat cenderung mendewasakan,lebih-lebih yang berkecimpung di bidang pengajian atau kegiatan kemasyarakatan.

Dengan demikian, dalam pergaulan sehari-hari antara seseorang dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat mengandung gejala-gejala pendidikan karena para tokoh tersebut dalam pergaulannya mengarah kepada pengaruh yang positif, menuju kepada tujuan yang mencakup nilai luhur.

Pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak lainnya dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih dewasa, terhadap anak yang nakal, yang jorok, yang melakukan perbuatan-perbuatan berbahaya, dan sebagainya. Sesama kawan berkumpul untuk bercerita, bermain dengan disiplin, tukar-menukar pengalaman, dan sebagainya yang kesemuanya itu tidak terlepas dari kandungan gejala pendidikan. Pendidikan di sini diartikan sebagai segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedwasaan.

 

  1. 4.      Kewibawaan dalam Pergaulan

Di dalam proses pendidikan, kewibawaan meruapakn syarat bagi pendidik dan digunakan untuk membawa anak didik ke kedewasaan. Oleh karena itu, kewibawaan termasuk dalam alat pendidikan.

Salah seorang tokoh pendidik, Lavengeld menyatakan bahwa pendidikan yang sungguh-sungguh baru  dapat diberikan setelah anak tersebut mengeal kewibawaan, kira-kira anak berumur 3 tahun. Sebelum umur 3 tahun anak seperti diberi semacam paksaan atau dressur. Namun paksaan-paksaan yang diberikan kepada anak yang masih sangat kecil itu disebut dengan pendidikan pendahuluan,bukan dressur atau paksaan.

Adanya pergaulan meyediakan kemungkina sebagai lapangan pendidikan dan di dalam pergaulan ini anak dapat bersikap kritis terhadap perbuatan orang dewasa dan sebaliknya orang dewasa dapat mengkritik peniruan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s