Posts Tagged ‘Quantum Teaching’

Quantum Teaching

Bab 1. Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa

Rangkuman

      Quantum adalah interaksi yang menggubah energi menjadi cahaya. Sedangkan arti Quantum Teaching adalah penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar.

 

Quantun Teaching  bersandar pada konsep  “ bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksudnya bila kita membaca konsep di atas akan mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama, karena tindakan ini akan memberi izin guru untuk memimpin , menuntun dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang luas. Dengan mengaitkan apa yang guru diajarkan  dengan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan  yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, guru dapat membawa mereka ke dalam dunia guru dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. Di sinilah kosa kata baru, model, mental, rumus dan lain-lain diuraikan. Seraya menjelajahi kaitan  dan interaksi, baik siswa maupun guru mendapatkan pemahaman baru dan “ dunia kita “ diperluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.

 

 Quantum Teaching memiliki 5 prinsip atau kebenaran tetap :

1. Segala berbicara, Semuanya mengirim pesan tentang belajar

2. Segalanya bertujuan, semua yang terjadi dalam pengubahan anda mempunyai tujuan.

3. Pengalaman sebelum pemberian nama, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka pelajari, karena otak manusia berkembang yang akhirnya menggerakkan rasa ingin tahu.

4. Akui setiap usaha, menghargai usaha siswa sekecil apapun.

5. Jika layak dipelajari,maka layak pula dirayakan : perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

 

Model Quantum Teaching

  • Rancangan pengajaran Quantum Teaching diibaratkan seperti pagelaran simfoni yang mengorkestrasikan dua unsur besar yaitu konteks dan isi.
  •  Guru harus memahami bagaimana setiap materi pelajaran disajikan dan bagaimana memfasilitasi siswa sesuai dengan kamampuan dan karakter siswa.
  •  Keterpaduan antara penyajian materi dan bagaimana memfasilitasi siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar.

 

 

 

Comment

Kelebihan dari bab ini : ~) Memberikan petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar mengajar serta membuat siswa sukses dalam arti sukses pada saat belajar dan sukses menjadi seorang pelajar.

 

Kekurangan : ~) Tidak mudah untuk menjalankan metode Quantum Teaching bagi guru yang tidak percaya diri dan tidak memahami siswanya dengan baik, katena dengan begitu dia akan ragu untuk menggunakan metode Quantum Teaching.

 

                 Secara garis besar penggubahan unsur dan isi melibatkan kelas, guru, siswa, penyajian materi dan fasilitasi. Guru sangat berperan dalam penggubahan semua unsur. Dalam hal ini guru harus mampu menerapkan asas Quantum Teaching dan menciptakan suasana yang  mendukung serta merancang pengajaran yang dinamis. Setelah guru dapat menggubah konteks, kemudian guru menyajikan kurikulum yang telah disusun dengan prima dan memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhannya. Selain menggubah dua unsur tersebut guru juga harus memberikan pengetahuan tentang keterampilan belajar untuk belajar dan keterampilan hidup serta menjalani 5 prinsip Quantum Teaching yaitu, segala berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.

 

 

 

Rangkuman Bab 2. MENGORKESTRASI SUASANA YANG MENGGAIRAHKAN

 

Yang dimaksud dengan suasana yang menggairahkan adalah suasana penuh keakraban, kehangatan, santai, penuh humor tapi bertanggung jawab, dan tenang tapi terfokus,serta adanya komunikasi positif.

 

   Untuk menciptakan suasana yang menggairahkan perlu ditempuh kiat-kiat berikut.

 

a.      Memiliki niat kuat

Seorang guru harus memiliki niat kuat atau kepercayaan kepada kemampuan dan motivasi siswa. Kepercayaan tersebut harus diperlihatkan secara nyata dalam sikap dan perilaku.

 

              Ciri-ciri umum guru berinteraksi seperti di bawah ini perlu diubah.

 

Kelompok Siswa

Berkemampuan Tinggi

Kelompok Siswa

Berkemampuan Rendah

o  Cenderung banyak senyum

o  Lebih banyak mengobrol dengan akrab

 

o  Berbicara dengan cara lebih intelektual dan penuh humor

o  Menggunakan kosa kata kompleks

o  Bertindak lebih matang.

o  Jarang tersenyum

o  Berinteraksi pada tingkat lebih instruksional dan otoriter

o  Berbicara lebih keras dan lambat

 

o  Menggunakan kosa kata dasar dan kalimat mentah

 

Peran emosi dalam belajar

Kita mengetahui pula bahwa kecerdasan emosional dapat dikembangkan dengan memberikan kasih saying, perhatian, dan kesan positif serta menghindari ancaman dan tekanan terhadap siswa dalam bentuk apapun. Cara ini akan menimbulkan suasana yang menggairahkan.

 

Ikatan emosional bukan saja membuat siswa belajar lebih banyak tetapi juga sangat mempengaruhi memori dan ingatan mereka akan bahan-bahan yang dipelajari.

 

b. Menjalin hubungan

jalinan rasa simpati dan saling pengertian  harus diciptakan agar siswa menyukai guru. Jika guru disukai siswa, pekerjaan guru pun akan lebih mudah. Mulailah dengan cara Quantum Teaching yaitu membina hubungan sejak hari pertama kelas dimulai, mengenal siswa dan timbulkan rasa simpati dan saling pengertian.

 

c.   Keriangan dan ketakjuban

Seorang guru harus secara sadar mampu menciptakan keriangan dan ketakjuban. Dalam suasana semacam ini, kegiatan belajar dan mengajar akan lebih menyenangkan. Kegembiraan membuat siswa siap belajar denan lebih mudah, dan bahkan dapat mengubah negative mereka.

 

        Untuk menciptakan lebih banyak kegembiraan dalam pengajaran dapat ditempuh tiga cara yaitu:

-       Membuat afirmasi,

-       Memberikan pengakuan,

-       Rayakan keberhasilan siswa.

 

      Sesi ini bertujuan agar guru bisa menciptakan suasana yang menumbuhkan kegairahan belajar siswa sehingga pelajaran mengesankan, motivasi belajar meningkat dan proses belajar berjalan secara wajar dan alamiah

 

d.   Pengambilan resiko

Belajar itu mengandung risiko. Setiap kali kita bertualang untuk belajar sesuatu yang baru, kita mengambil resiko besar di luar zona nyaman kita.

 

e.   Rasa saling memiliki

Dengan membangun rasa saling memiliki berarti juga menyinkirkan ancaman,membiarkan otak siswa santai, membuat emosi mereka terlibat dan menjadikan proses belajar memuncak. Rasa saling memiliki menciptakan rasa kebersamaan, kesatuan, kesepakatan dan dukungan dalam belajar.

 

f.   Keteladanan

Pepatah yang mengatakan “Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata” sangat cocok dengan prinsip Quantum Teaching yaitu segalanya berbicara.

 

 

 

Comment

Kelebihan : Untuk menarik keterlibatan, guru harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan saling pengartian. Hubungan akan membangun jembatan menuju kehidupan bergairah siswa, membuka jalan membuka memasuki dunia baru siswa dan memudahkan untuk melibatkan siswa, memudahkan pengelolaan kelas, memperpanjang waktu, dan meningkatkan kegembiraan.

 

Kekurangan : Untuk menarik keterlibatan peserta didik, guru harus membangun hubungan dengan cara menjalin rasa simpati dan saling pengertian yang terkadang harus melalui proses yang lama.

 

            Jadi, bab ini membahas tentang bagaimana cara seorang guru menciptakan suasana yang menggairahkan dengan kiat-kiat sebagai berikut:   Memiliki niat kuat, Menjalin hubungan, Keriangan dan ketakjuban, Pengambilan resiko, Rasa saling memiliki, dan  Keteladanan.

 

 

 

 

Bab 3.  MENGORKESTRASI LANDASAN YANG KUKUH

 

Rangkuman :

Landasan yang kukuh dibangun melalui unsur-unsur sebagai berikut:

Tujuan

Prinsip-prinsip

Keyakinan akan kemampuan pelajar, belajar dan mengajar.

Kesepakatan, kebijakan, prosedur dan peraturan

Menjaga komunitas tetap berjalan dan tumbuh.

 

Sesi ini bertujuan agar guru bisa membuat landasan yang kukuh bagi komunitas belajar (kelas) yang diajar.

 

Agar komunitas belajar mempunyai landasan yang kukuh, langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut:

1.    Menetapkan tujuan belajar

2.    Menyepakati prinsip-prinsip

      a.  integritas : bersikap jujur, tulus menyeluruh selaraskan nilai-nilai dengan perilaku kita.

b. kegagalan awal kesuksesan: pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi  

          yang anda butuhkan untuk sukses

c. bicaralah dengan niat baik: berbicaralah dengan pengertian positif dan bertanggungjawablah

          untuk  berkomunikasi  yang jujur dan lurus.

d. hidup saat ini : pusatkan perhatian anda pada saat sekarang ini dan manfaatkan waktu sebaik-

          baiknya.

e. komitmen: lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan anda

f. tanggung jawab : bertanggung jawablah atas tindakan anda

g. sikap luwes/fleksible: bersikaplah terbuka terhadap perubahan / pendekatan baru, hal ini membantu anda dalam memperoleh hasil yang diinginkan

h. keseimbangan: jaga keselarasan pikiran tubuh jiwa anda.

3.    Meyakini kemampuan pelajar, belajar dan mengajar

    a.    Kesepakatan

    b.    Kebijakan

    c.    Prosedur

    d.    Peraturan

4.    Menyepakati kebijakan, prosedur, peraturan.

5.    Menjaga komunitas tetap berjalan dan atau tumbuh.

 

Comment

Kelebihan : ~) Mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi, serta mengembangkan keterampilan lain yang dianggap penting bagi Anda.

                     ~)Menuntun perilaku dan membantu tumbuhnya lingkungan yang saling  

                         mempercayai dan mendukung.

 

Kekurangan : Sikap kekurangyakinan guru untuk dapat melakukan pembelajaran dengan metode yang baru dipelajari, dalam hal ini Quantum Teaching, berpegaruh terhadap output tentang proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, guru harus menganggap atau memandang semua peserta didik merupakan siswa-siswa yang unggul, yang dapat mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin.

 

                Jadi, bab ini menekankan pada bagaimana cara agar komunitas belajar mempunyai landasan yang kukuh yang dapat ditempuh dengan menetapkan tujuan belajar, menyepakati prinsip-prinsip, meyakini kemampuan pelajar, belajar dan mengajar, menyepakati kebijakan, prosedur, peraturan, dan  menjaga komunitas tetap berjalan dan atau tumbuh.

 

 

 

        Bab 4.  MENGORKESTRASI LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG

          

Rangkuman

           

            KONSEP QUANTUM TEACHING

Quantum teaching menawarkan cara untuk merekayasa ruang di mana siswa belajar agar menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar. Tujuan dari bab ini adalah agar guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

 

Untuk mengoptimalkan pembelajaran siswa, ruang kelas harus ditata sedemikian rupa sehingga menjadi tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan. Penataan ruang dapat dilaksanakan sebagai berkut:

1.    Penataan dekorasi ruang belajar (lingkungan sekililing). Sebuah gambar lebih berarti dari pada seribu kata. Dan jika guru menggunakan alat peraga dalam situasi belajar, maka akan terjadi hal yang menakjubkan pada pembelajaran. Beberapa ide yang dapat dilakukan oleh guru ;

poster ikon/symbol, Poster Afirmasi, dan gunakan warna untuk memperkuat pengajaran dan belajar siswa karena otak berfikir dalam warna.

2.    Penyediaan alat bantu, alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu  benda. Alat bantu tidak hanya membantu pembelajaran visual tapi dapat pula membantu moralitas, kinestetik. Bagi siswa yang kinestetik dapat memegang alat bantu dan mendapatkan rasa yang lebih baik dari ide yang disampaikan oleh guru.  Contohnya: boneka untuk mewakili tokoh dalam karya sastra.

3.    Pengaturan kursi belajar, Pengaturan bangku mempunyai peranan penting dalam konsentrasi belajar siswa. Pengaturan bangku dapat dilakukan secara fleksible dengan memposisikan berhadap-hadapan saat kerja kelompok  atau menghadap ke depan untuk tetap fokus ke depan saat pemutaran video, presentasi siswa, ajaran guru dan lain-lain.

4.    Tumbuhan, aroma, hewan peliharaan dan unsur-unsur organik lainnya.

       Tumbuhan

Biologi dan botani mengajarkan bahwa tumbuh-tumbuhan menyediakan oksigen dan otak berkembang karena oksigen. Semakin banyak oksigen yang didapat semakin baik otak berfungsi.

Aroma

Manusia dapat meningkatkan kemampuan berfikir mereka secara kreatif sebanyak 30% saat diberikan wangi bunga tertentu ( Hirsch, 1993 ). Apa artinya bagi kelas? sedikit penyemprotan aroma berikut akan meningkatkan kewaspadaan mental: mint, kemangi, jeruk, resemary, lavender, dan mawar memberikan ketenangan dan relaksasi ( lavabre, 1990 )

Hewan peliharaan

Hanya sedikit benda yang dapat mengeluarkan sifat penyayang dalam diri siswa dan memenangkan mereka seperti yang ditimbulkan hewan peliharaan, ditambah lagi orang mempunyai ikatan emosional yang kuat  dengan binatang peliharaan mereka. Binatang peliharaan yang dapat menciptakan kesempatan untuk melatih tanya jawab, gizi dan kesehatan serta perawatan.

 

5.    Musik, music membantu pelajar bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak. Musik merangsang, meremajakan, dan memperkuat belajar,baik secara sadar maupun tidak sadar.

 

Comment

Kelebihan bab ini : ~) Menguraikan tentang cara-cara baru yang mempermudah proses

                                      pembelajarn dan menekankan pada terciptanya suasana yang

                                      menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan

                                      mempunyai keinginan untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar.

                               

                                          

 Kekurangan bab ini : ~) Dalam menata lingkungan kelas yang mendukung dengan membuat poster, pewarnaan, alat banttu dalam proses pembelajaran, susunan bangku, musik dan lain sebagainya memerlukan biaya yang tidak sedikit dan proses yang lama.

          

                Jadi bab ini menekankan pada bagaimana seorang guru mengatur lingkungan kelas agar menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik untuk belajar melalui :

1.    Penataan dekorasi ruang belajar.     

2.    Penyediaan alat bantu

3.    Pengaturan kursi belajar

4.    Aroma, tumbuhan, hewan peliharaan dan unsur organik lainnya

5.    Musik dan belajar.

 

Bab 5.  MENGORKESTRASI PERANCANGAN PENGAJARAN YANG DINAMIS

 

 

Rangkuman

Perancangan pengajaran yang dinamis menekankan pada perlunya menyembatani “dunia kita” atau materi pelajaran dengan “dunia mereka”, sehingga pembelajaran lebih nyata dan melibatkan para siswa. Kemampuan guru berkomunikasi, digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif, akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa.

Perancangan pengajaran yang dinamis dapat dicapai melalui penerapan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1.    Dari dunia kita ke dunia mereka

2.    Modalitas V-A-K

    a.    Modalitas Visual

    b.    Modalitas Auditorial

    c.    Modalitas Kinestik

3.    Model kesuksesan dari sudut pandang perancang

4.    Kerangka T A N D U R

T umbuhkan

A lami

N amai

D emonstrasikan

U langi

R ayakan

5.    Kecerdasan berganda SLIM-N-BIL

Kecerdasan ada beberapa jenis/ bidang yang diberi nama SLIM-N-BIL

Spasial-visual: kemampuan memahami hubungan ruang.

Linguistic-verbal: kemampuan berbahasa untuk berbicara, menulis, membaca dan menafsirkan.

Interpersonal: kemampuan berInteraksi dengan orang lain.

Musical-ritmik: kemampuan berfikir dalam irama dan melodi.

Naturalis: kemampuan berfikir dalam acuan alam

Badan-Kinestetik: kemampuan berfikir melalui sensasi dan gerakan fisik.

Intrapersonal: kemampuan untuk memiliki wawasan, mengetahui jati diri dan mengalirkan intuisi termasuk introspeksi diri.

Logis-Matematis: kemampuan menghitung dan berfikir dengan penalaran.

6.    Penggunaan metafora, perumpamaan dan sugesti

    

Comment

Kelebihan : Mempersiapkan siswa meraih sukses melalui strategi-strategi yang memanfaatkan berbagai gaya belajar, jenis kecerdasan, meminimalkan resiko, menyajikan tahapan pengajaran yang melibatkan siswa, serta menumbuhkan motivasi.

 

Kekurangan : Jika guru tidak memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, akan sulit baginya untuk memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa.

 

                    Pembahasan bab ini bertujuan agar guru dapat merancang pengajaran yang dinamis dengan tujuan mempersiapkan siswa meraih sukses melalui strategi-strategi yang memanfaatkan berbagai gaya belajar, jenis kecerdasan, meminimalkan resiko, menyajikan tahapan pengajaran yang melibatkan siswa, serta menumbuhkan motivasi.

 

 

 

Bab 6.  MENGORKESTRASI PRESENTASI PRIMA

 

Rangkuman

 

Seorang guru harus memberikan teladan tentang makna menjadi seorang pelajar keteladanan, ketulusan, kongruensi, dan kesiapsiagaan guru akan memberdayakan dan mengilhami siswa untuk membebaskan potensi milik mereka sebagai pelajar. Bab ini bertujuan agar guru dapat melakukan presentasi yang prima, atau dengan kata lain menjadi seseorang Quantum Teacher yang mampu menyajikan pelajaran dengan menumbuhkan minat, ketakjuban, pesona dan antusiasme.

 

Untuk mencapai tujuan itu perlu strategi sebagai berikut :

1.    Pencocokan modalitas :

2.    Empat prinsip komunikasi

    a.   munculkan kesan

    b.  arahkan fokus

    c.   inklusif

    d.  spesifik

3.    Komunikasi Non-Verbal

    a.    kontak mata

    b.   ekspresi wajah

    c.    nada suara

    d.    gerak tubuh

    e.    sosok/postur

4.    Paket presentasi efektif

   a.    penemu

   b.    pemimpin

   c.    pengarah

5.    Penambatan

   a.    tambatan pribadi

   b.    tambatan lokasi

   c.    tambatan lisan

 

 

 

 

Comment

kelebihan bab ini : ~) Quantum Teaching menunjukkan kepada kita cara untuk menjadi guru yang baik. Quantum Teaching menguraikan cara-cara baru yang memudahkan proses belajar kita lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah.

                               ~) Apapun mata pelajaran yang kita ajarkan. Dengan menggunakan metodologi Quantum Teaching kita akan dapat menggabungkan keistimewaan-keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pengajaran yang akan meningkatkan prestasi siswa.

 

kekurangan : guru yang kurang integritasnya, tidak kreatif dan tidak memiliki rasa tanggung jawab akan sulit dalam menerapkan metode-metode tersebut, sehingga akan sulit baginya untuk  melakukan presentasi yang prima.

 

                     Jadi, bab ini menekankan pada bagaimana cara menjadi seorang Quantum Teacher yang mampu menyajikan pelajaran dengan menumbuhkan minat, ketakjuban, pesona dan antusiasme melalui : pencocokan modalitas, empat prinsip komunikasi, komunikasi Non-Verbal,  paket presentasi efektif , dan penambatan.

 

 

 

 

Bab 7. MENGORKESTRASI FASILITASI YANG ELEGAN

 

Rangkuman

Fasilitasi adalah seni dan ilmu untuk memaksimalkan saat belajar dan bekerja dengan siswa, melompat masuk ke dalam kepala dan hati mereka untuk membuka dan menjelajahi cara mereka untuk menyajikan dan memahami apa yang mereka pelajari. Fasilitasi adalah bagian yang membawa Anda melampaui penyebaran informasi menuju penciptaan ilmu pengetahuan dan pembentukan kehidupan. Seorang Quantum Teacher menempatkan prioritas tinggi pada interaksi dalam lingkungan belajar, yaitu interaksi antara guru dengan siswa, antar siswa dengan siswa, dan antar siswa dengan kurikulum.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan strategi sebagai berikut :

1.    Ingatlah Prinsip KEG

K: Know it (know what you want)

Pahamilah materi pelajaran yang akan disampaikan dan bayangkan outcome seperti apa yang akan dicapai.

E: Explain it (explain what you want).

Jelaskan kepada siswa tentang outcome/hasil belajar yang anda bayangkan akan mereka capai dengan menerapkan Empat Prinsip Komunikasi Ampuh. Bahwa tidak adanya hasil bersumber pada komunikasi yang kurang memadai.

G: Get it (Get what you want and give feedback).

Berikan umpan balik untuk mencapai kecocokan pekerjaan siswa dengan hasil yang ingin dicapai.

 

2.    Model kesuksesan

Tanggung jawab belajar adalah tanggung jawab siswa, sedangkakan tanggung jawab guru adalah mengorkestrasi belajar menjadi menyenangkan.

Model kesuksesan ini dapat dicapai dengan cara:

     a.    Gambaran keseluruhan

     b.    Pengenalan pertama akan multisensory

     c.    Pemotongan menjadi segmen

     d.    Ulangi sesering mungkin

3.    Membaca pendengar Anda

4.    Mempengaruhi Perilaku Melalui Tindakan

5.    Menciptakan Strategi Berpikir

     a.    Memberi kesempatan untuk menghargai siswa.

     b.    Mencapai Higher-Order Thinking Skills (HOTS)

6.    Tanya jawab belajar

     a.    Apa yang terjadi?

     b.    Apa yang kamu pelajari

     c.    Bagaimana menerapkan apa yang telah kamu pelajari.

 

Kelebihan : ~) Menumbuhkan Strategi Berpikir menyingkapkan bagaimana siswa mencapai suatu jawaban dan mendukung waktu berpikir.

 

Kekurangan : ~) Akan sulit untuk menjalankan strategi-strategi tersebut bagi guru yang tidak peduli dan tidak menghargai siswanya, karena

                        

                   Bab ini membahas cara untuk memfasilitasi interaksi antara siswa dengan kurikulum yang bertujuan mempermudah kesiapan dan kemampuan belajar siswa serta tingkat partisipasi yang Guru inginkan. Dan untuk mencapai semua itu seorang guru harus menjalankan strategi-strategi sebagai berikut : Ingatlah Prinsip KEG, Model kesuksesan, Membaca pendengar Anda,  Mempengaruhi Perilaku Melalui Tindakan,  Menciptakan Strategi Berpikir.

 

 

 

 

Bab 8. MENGORKESTRASIKAN KETERAMPILAN BELAJAR

 

Rangkuman

Setiap siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut justru akan membuat suasana yang menggairahkan dan menyenangkan yang bertujuan agar siswa mempunyai keterampilan belajar yang efektif, efisien, menyenangkan dan mudah.

 

Strategi agar siswa memiliki ketrampilan belajar adalah sebagai berikut:

    1.    Modalitas belajar

    2.    Keterampilan yang merangsang belajar

 

1.   Modalitas Belajar

Dalam kenyataanya manusia pada umumnya memiliki tiga macam gaya belajar yaitu gaya belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetik.

 

a.    Pelajar Visual

-       Membuat banyak symbol dan gambar

-       Membuat table dan grafik

-       Membuat peta pikiran

-       Membuat gambaran keseluruhan dan melakukan tinjauan umum, sebelum terjun ke dalam perinciannya.

-       Membaca.

 

b.    Pelajar Auditorial

-       Mendengarkan kuliah, contoh dan cerita serta mengulang informasi

-       Merekam pada kaset

-       Menyimak dan mendengarkan lagi.

-       Mendengar musi sambil belajar

-       Berbicara pada diri sendiri sambil bekerja.

 

c.    Pelajar Kinestetik

-       Proyek terapan

-       Melalui lakon pendek dan lucu (menerpkan)

-       Belajar melalui gerakan

-       Menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta

-       Menjaukan diri dari bangku dan duduk di lantai dan menyebutkan pelajaran di sekeliling mereka

 

2.   KETERAMPILAN YANG MERANGSANG BELAJAR

Siswa belajar lebih cepat dan efektif jika mereka memiliki keterampilan di bawah ini.

   a.    Konsentrasi terfokus.

   b.    Mengorganisasikan informasi: peta pikiran, catatan TS dan Belajar Memutar untuk persiapan            

        tujuan. 

   c.    Baca cepat

   d.   Teknik mengingat.

   e. Keadaan prima untuk belajar – cepat belajar – SLANT

SLANT ( pandangan ) – teori Dr. Ed. Ellis.

- Sit up in the chair ( duduk tegak di kursi mereka )

- Learn forward ( condong ke depan )

- Ask question ( bertanya )

- Nod their heads ( mengangguk kepala )

- talk to their teacher ( berbicara dengan guru )

 

 

Kelebihan : Mencetak peserta didik yang mempunyai keterampilan belajar yang efektif, efisien, menyenangkan dan mudah.

 

Kekurangan : keterampilan belajar siswa tidak dapat dikembangkan jika seorang guru tidak merancang pengajaran yang baik dan efektif  yang menjadikan siswa tidak tertarik dan aktif.

 

                        Jadi untuk menuju sukses Quantum Teaching perlu mengetahui modalitas yang dimiliki oleh setiap peserta didik secara individual. Baik secara Visual, Auditorial maupun Kinestetik. Baru kemudian merancang pengajaran yang baik dan efektif yang menjadikan siswa tertarik dan aktif. Diantaranya mengawali dengan sesuatu yang menarik dan akhirilah dengan sesuatu yang membuat penasaran dan berikan kesimpulan yang mudah diingat. Dan sebelum menyampaikan materi berikan keyakinan, kesepakatan, komitmen atau dikenal dengan kontrak belajar, baru kemudian menyampaikan materi.

 

 

Bab 9. MENGORKESTRASI KETERAMPILAN HIDUP

 

Rangkuman :

Dalam hidup ini kita menyadari bahwa perlu adanya hubungan dengan orang lain. Setiap orang mempunyai potensi yang berbeda-beda, sehingga apabila digabungkan akan menjadi sinergi yang sangat ampuh.

 

Keterampilan hidup dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut :

  1.    Hidup di atas garis, sebuah keterampilan hidup yang kuat, bukan berasal dari bidang pendidikan, melainkan dari Money & You,  yakni sebuah kursus bagi pengusaha dan pelak bisnis. Hidup di atas garis menekankan dan mempraktikan salah satu dari 8 kunci keunggulan yaitu tanggung jawab, bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan mau memperbaikinya bila  perlu.

  2.    Komunikasi yang jernih : Tampak vs Tidak Tampak. Langkah pertama untuk mencapai kejelasan adalah memastikan komunikasi itu tampak, bukan tidak tampak. Komunikasi yang tampak disini maksudnya tidak menimbulkan kebingungan, kesalahpahaman, dan ketidakjelasan pada kata-kata yang diucapkan.

      Dalam Quantum Teaching, kami menggunakan dua alat yang membuat komunikasi tampak dan konsisten, yaitu OTFD dan Apologi Empat-Bagian.

a)      OTFD : Open The Front Door (Bukalah Pintu Masuk Itu).

  • Open = Obsevation (observasi)
  • The = Thought (pikiran)
  • Front = Feeling (perasaan)
  • Door = Desire (keinginan)

b)  Apologi Empat-Bagian, It’s All About My Relationships :

                 * All = Acknowledge (akui)

                 * About = Apologize (meminta maaf)

                 * My = Make It Right (selesaikan)

                 * Relationships = Recommit (berjanji lagi)

  3.    Membina hubungan dengan pertalian, anda dapat menciptakan suasana yang aman dan mengundang namun menantang, dimana siswa saling menghargai dan dapat bekerja sama. Kami mendefinisikan “pertalian” sebagai kedekatan jika diterapkan pada hubungan. Satu latihan yang kita gunakan di kelas memberikan siswa kesempatan untuk lebih saling mengenal.

 

 

 

Comment

Kelebihan dari bab ini : ~) Dapat mengembangkan keterampilan hidup siswa dengan Hidup Diatas Garis dan mempraktikan salah satu dari 8 kunci keunggulan Quantum Teaching yaitu bertanggung jawab.

Kekurangan : ~) Guru yang hidup di bawah garis misalnya “menyerah” , karena dengan begitu dia berpikir akan gagal hingga sama sekali tidak mau repot-repot mencoba, dia menyabotase kesempatannya untuk sukses, bahkan sebelum dia memulai, sehingga sangat sulit baginya untuk mnjalankan metode-metode tersebut.

               Jadi, bab ini membahas tentang bagaimana seorang guru dapat mengembangkan keterampilan hidup bersama dengan mengajarkan komunikasi yang tampak, 8 kunci keunggulan, Hidup di atas garis, melakukan Komunikasi yang jernih, dan  Membina hubungan dengan pertalian.