Rangkuman Profesi Keguruan

Posted: December 2, 2012 in Bahasa Inggris

4 KOMPETENSI DASAR GURU PROFESIONAL

A. Kompetensi Kepribadian

Merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi pedagogic

Merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

C. Kompetensi professional

. kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam (Sudah ada keahlian dalam bidangnya).

D. Kompetensi social

Slain menjadi guru di kelas juga menjadi guru dalam masyarakat dengan mengimplementasikan sifat/watak seorang guru.

 

Peran Guru

Peran guru dalam proses pembelajaran, adalah;

a) Guru sebagai sumber belajar : Guru sebagai sumber belajar, karena guru berkaitan erat dengan kemampuan penguasaan materi pembelajaran, ia dapat menguasai materi pembelajaran dengan baik sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi siswa.

b) Guru sebagai fasilitator : Guru berperan dalam memberikan palayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

c) guru sebagai pengelola: Guru sebagai pengelola pembelajaran berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dangan menyenangkan. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa.

d) Guru sebagai demonstrator : Guru peran untuk mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan.

e) Guru sebagai pembimbing :  Guru berperan menjaga, mengarahkan, membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat.

f) Guru sebagai motivator : Guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa dengan cara;   1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.

                       2) Membangkitkan minat siswa.

 

g) Guru sebagai evaluator : Guru berperan untuk mengumpulkan data atas informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan.

 

2. Tugas Pokok Guru

a) Guru Sebagai Pendidik : Guru adalah pendidik yang memiliki tanggung jawab utuh terhadap hasil yang dicapai peserta didik dalam semua aspek, menjadi tokoh, panutan bagi para peserta didik dan lingkungannya.

b) Guru Sebagai Pengajar : Di dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.

c) Guru Sebagai Pembimbing : Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggung-jawab.

d) Guru Sebagai Pengarah :  mengarahkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan terkait studinya maupun kehidupan yang lebih luas

e) Guru Sebagai Pelatih : melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik.

f) Guru Sebagai Penilai dan Pengevaluasi dari Peserta Didik : menetapkan kualitas hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik. 

 

 

Interaksi Edukatif adalah interaksi yang berlansung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran, dalam artian lebih spesifik pada bidang pengajaran dikenal dengan istilah interaksi belajar mengajar

CIRI – CIRI INTERAKSI EDUKATIF

  1. Interaksi edukatif  mempunyai tujuan
  2. Interaksi edukatif ditandai dengan penerapan materi khusus
  3. Ditandai dengan aktivitas anak didik
  4. Guru berperan sebagai pembimbing
  5. Mempunyai batas waktu
  6. Menggunakan metode
  7. Diakhiri dengan evaluasi

KOMPONEN – KOMPONEN
INTERAKSI EDUKATIF

  1. Tujuan
  2. Bahan Pelajaran
  3. Kegiatan Belajar Mengajar
  4. Metode
  5. Alat
  6. Sumber Pelajaran
  7. Evaluasi
  8. Kegiatan yang jelas

MACAM – MACAM POLA
INTERAKSI EDUKATIF

  1. Pola Komunikasi Satu Arah
  2. Pola Komunikasi Dua Arah
  3. Pola Komunikasi Tiga Arah
  4. Pola Komunikasi Multi Arah
  5. Pola Melingkar

PROSES INTERAKSI
EDUKATIF

  1. Tahap Sebelum Pengajaran
  2. Tahap Pengajaran
  3. Tahap Sesudah Pengajaran

 

 

Kinerja guru

Guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi sentral di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berkaitan dengan itu, maka guru akan menjadi bahan pembicaraan banyak orang, dan tentunya tidak lain berkaitan dengan totalitas dedikasi dan loyalitas pengabdiannya.

Selain itu, kinerja guru juga sangat ditentukan oleh output atau keluaran dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),

sebagai institusi penghasil tenaga guru, LPTK juga memiliki tanggungjawab dalam menciptakan guru berkualitas, dan tentunya suatu ketika berdampak kepada pembentukan SDM berkualitas pula. Oleh sebab itu LPTK juga memiliki andil besar di dalam mempersiapkan guru seperti yang disebutkan diatas, berkualitas, berwawasan serta mampu membentuk SDM mandiri, cerdas, bertanggungjawab dan berkepribadian.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja

 Ability

Motivation

 Performance

Pengembangan Kinerja

Pengembangan kinerja individu yang efektif memerlukan sistem manajemen kinerja yang yang tepat, secara umum, yang meliputi :

1)      kinerja individu terarah pada tujuan serta sebagai dasar evaluasi kinerja;

2)      identifikasi yang jelas akan kompetensi utama yang diperlukan oleh pekerjaan;

3)      manajemen kinerja hendaknya menggunakan metode kolaborasi dalam mengembangkan kinerja individu

4)      melakukan feedback secara teratur atas kinerja, dan

5)      organisasi hendaknya menyediakan kesempatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai yang dapat mendukung pada tercapainya kinerja tingkat tinggi

6)      Pengembangan Kinerja Guru

7)      kinerja inovatif guru merupakan kinerja yang menerapkan hal-hal baru dalam meksanakan peran dan tugas yang diemban oleh guru tersebut, oleh karena itu, maka pemahaman kinerja inovatif guru perlu dilihat dalam konteks pelaksanaan tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan guru sebagai pendidik di sekolah

8)      PENILAIAN KINERJA GURU

9)      Fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu.

Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan dasar penetapan perolehan angka kredit guru

 

Kode Etik Guru

Pengertian

Kode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang.

Fungsi

Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan.

Berikut adalah isi kode etik guru

 

Rumusan Kode Etik

Jabaran

  1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila.

–. Guru menghormati hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing.

–. Guru berusaha menyukseskan pendidikan yang serasi (jasmani dan rohani) bagi anak didiknya.

–. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila

–. Guru sungguh-sungguh mengintensifikasikan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya

–. Guru melatih dalam memecahkan masalah dan membina daya kreasi anak didik agar kelak menunjang masyarakat yang sedang membangun

–. Guru membantu sekolah dalam usaha menanamkan pengetahuan kepada anak didik. 

  1. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing

–. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing.

 

–. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didiknya masing-masing.

 

–. Guru memberikan pelajaran di dalam dan diluar sekolah berdasarkan kurikulum, tanpa membeda-bedakan jenis dan posisi orang tua muridnya.

  1. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.

–. Komunikasi guru dan anak didik di dalam dan luar sekolah dilandaskan ada rasa kasih sayang.

 

–. Untuk keberhasilan pendidikan, maka guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluarganya masing-masing.

 

–. Komunikasi guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan.

 

  1. Guru menciptakan suasana sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar

–.Guru menciptakan suasana kehidupansekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah .

 

–. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjadi pertukaran informasi timbal balik  untuk kepentingan nak didik.

 

–. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid / masyarakat terhadap  kehidupan sekolahnya.

 

–. Pertemuan dengan orang tua murid harus dilakuakan dengan teratur.

  1. Guru memelihara hubungan baik dengan  masyarakat sekitarnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.

–. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan.

–. Guru turut menyebarkan program-program pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitarnya, sehingga sekolah tersebut turut berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tempat itu.

–. Guru harus berperan aktif agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaharu bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.

–. Turut bersama-sama masyarakat sekitarnya dalam berbagai aktifitas.

–. Guru mengusaha terciptanya kerjasama yang sebaik-baiknya antara sekolah , orang tua murid dan masyarakat  bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadarab bahwa pendidikan merupakan sesadaran bersamaan antra pemrintah, orang tua murid dan masyarakat.

  1. Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya

–. Guru melanjutkan study dengan :

* membaca buku-buku.

* mengikuti loka karya , seminar, gerakan oprasi, dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya.

* mengikuti penataran

* mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian

 

–. Guru selalu bicara , bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya.

 

  1. Guru memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhannya.

–. Guru senantiasa saling bertukar informasi , pendapat, saling menasehati dan bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profesinya.

 

–. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan profesinyadan menunjang martabat guru , baik secara keseluruhan maupun pribadi

  1. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian

–. Guru menjadi anggota dan pembantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya .

–. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan.

–. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap, ucapan-ucapan, dan tindakan-tindakan yang merugikan organisasi.

 

  1. Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

–. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan.

–. Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian.

–. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijakan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitar.

–. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan di lingkungan atau di daerahnya sebaik-baiknya.

 

Keterampilan Dasar Mengajar Guru Profesional

Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.


1.    Keterampilan Bertanya

Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif.


2.    Keterampilan Memberikan Penguatan

respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.

 

3.    Keterampilan Mengadakan Variasi


suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga  dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran.

 

4.    Keterampilan Menjelaskan

Penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya.

 

5.    Keterampilan Membuka dan Menutup pelajaran

     Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.

     Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.

6.    Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif.

7.    Keterampilan Mengelola Kelas

Menciptakan dan memelihara kondisi belajar  yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

8.    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan

     Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 – 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa, maupun siswa dengan siswa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s